Sunday, April 24, 2011

Kaya Sumber Daya Alam Bisa Menghambat Kemajuan Negara



"Ten years from now, twenty years from now, you will see: oil will bring us ruin … Oil is the Devil’s excrement".
—Venezuelan politician Juan Pablo PĂ©rez Alfonzo, one of the founders of OPEC.




Banyak orang yang merendahkan masyarakat dan pemerintah Indonesia karena biarpun kita kaya akan sumber daya alam, tapi dianggap tidak bisa mengolahnya. Banyak masyarakat Indonesia beranggapan kalau kita bisa lebih maju dari kondisi kita sekarang ini apabila kita bisa memperdayakan lebih baik atas kekayaan SDA itu. Tapi sebaiknya kita Jangan merendahkan Indonesia karena ketidakmampuan dalam mengolah SDA ini. Sebab kenyataannya, negara yang kaya akan sumber daya alam cendrung mempunyai pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari pada negara yang miskin akan sumber daya. Ya itu memang terdengar sangat paradoxical. Tapi ini telah dibuktikan oleh teori yang disebut "Resource Curse." Tesis mengenai Resource Curse pertama kali dirumuskan oleh Richard Auty, sedangkan konsep ini mulain berkembang di awal tahun 80 an. 


Nama Resoure Cures itu diambil dari kesimpulan bahwa sumber daya alam itu bisa menjadi "kutukan" bagi suatu negara. Salah satu efek negatif dari kayanya sumber daya alam adalah harga dunia akan sumber daya alam selalu naik-turun. Fluktuasi dari harga itu membuat pendapatan negara menjadi naik-turun. Fluktuasi ini tentu saja akan sangat menggangu stabilitas ekonomi dan akan sangat menggangu perencanaan pembelanjaan negara.
    
Selanjutnya adalah kurangnya difersifikasi dalam membangun infrastruktur. Dengan kayanya SDA, tentu saja pembelanjaan negara akan sebagian besar dialokasikan untuk pengolhan SDA. Dengan besarnya pendapatan dari SDA, membuat pemerintah enggan untuk mengembangkan sektor-sektor lain. Sehingga hanya sebagian kecil dari pembelanjaan negara untuk sektor-sektor lain seperti sektor perindustrian dan sektor pangan. Sehingga sektor-sektor industri jadi kurang berkembang. Maka efek tari fluktuasi harga SDA akan memberi dampak buruk sekali sebab saat harga itu menurun, sektor industri lain yang kurang berkembang itu tidak dapat membantu penurunan dari pendapatan negara itu. 


Selanjutnya, efek negatif lainnya adalah kurang berkembangnya sumber daya manusia. Karena negara kaya SDA membelanjakan sebagian besar dari pembelanjaan negara untuk mengembangkan pengolahan SDA, maka sedikit dana yang dialokasikan untuk pengembangan sistim pendidikan dan pengembangan SDM. Negara-negara seperti Singapore, yang miskin SDA, menginventasikan sebagian besar dananya untuk pendidikan. Pertumbuhan ekonomi sangat tergantung akan SDA, maka dengan kurangnya berkembangnya berkembangnya pendidikan, perkembangan ekonomi pun akan terhambat.    


Di Indonesia, sebenarnya negara kita telah menghindari Resource Curse itu. Kita telah berhasil mendifersifikasi dengan mengembangkan sektor industri, pertanian, dan sektor properti. Memang pernah terjadi Resource Curse di Indonesia di tahun 1983, dimana saat berakhirnya bonanza perminyakan yang mengakibatkan menigkatkan penganguran dan meningkatnya kejahatan. Namun sekarang pemerintah kita telah belajar dari kesalahan itu dan telah mendifersifikasi. Dan memang, kebijakan-kebijakan pemerintah yang efektif dalam defersifikasi dapat menanggulangi Resource Curse, seperti halnya Uni Emirats Arab (bisa kita lihat di kota Dubai), yang berifertasi sangat besar ke properti, pengembangan SDM, dan pembangunan infrastruktur, dan mereka tidak hanya mengembangkan pengolahan minyak bumi.  


Seperti teori-teori lain, teori ini tentu saja ada kritikan. Dan memang tida teori yang sempurna di dunia ini. Apabila ingin mengetahui lebih banyak mengenai teori ini, silahkan cari di journal-journal seperti di Jstor atau di google scollar. Ini Adalah salah satu tesis mengenai Resource Curse yang saya dapa dari google scollar.


http://www.dundee.ac.uk/cepmlp/journal/html/Vol13/article13-14.pdf


Ya memang kritik itu sangat perlu dan memang banyak sekali permasalahan di pemerintahan kita ini seperti halnya masalah KKN dan pelanggaran HAM yang dilakukan para aparat. Tapi sebaiknya jangan mengutuk pemerintah kita dan merendahkan mereka karena ketidak mampuan dalam mengolah SDA, dimana sebaliknya, mereka sudah melakukan kerja yang cukup baik dalam menangulangi Resource Curse ini. Sehingga dalam memberi keritik, sebiknya kita telaah dulu dan apakah kritik itu benar dan valid. Dan perlu kita ingat; mengurus negara tidak lah gampang. Mengurus diri sendiri atau keluarga saja sangat susah, apalagi mengurus 200 juta juwa yang mempunyai sudut pandang dan kepentingan yang berbeda-beda. Pemerintah patut diberi sedikit pujian dan tidak hanya caci-makian yang selalu didengar hampir setiap hari, walaupun banyak sekali kekurangan dan keborokan mereka.       



Tuesday, April 19, 2011

School Food Punishment is Guud!





Band asal Jepang yang bernama School Food Punishment ini bergenre shoegaze-pop, dan dari musik mereka ada pula unsur musik electronica, noise rock, dan japanese rock. Band ini beranggotakan Yumi Uchimura (vocal & guitar) Masayuki Hasuo (keyboard), Hideaki Yamasaki (basschorus), Osamu Hidai (drums).  


Salah satu alasan yang membuat saya salut sama musik mereka adalah selain mereka mampu menulis lagu yang mudah ditangkap dan dicerna, mereka juga dapat, secara bersamaan, mengaransemen musik yang dengan rumit dan mempunyai skill yang hebat dalam memainkan instrumen dan memberikan warna yang beragam pada musik mereka dengan bereksperimen menggunakan pedal-pedal efek. Beragam pedal efek digunakan pada gitar dan keyboard menciptakan "wall of sound," terkadang terdengar cendrung halus, tapi juga terkadang terdengar suara-suara distorsi kasar dari kedua instrumen itu. Dan ini dicampur dengan arpegio-arpegio dari keyboard dan bass yang rumit dan melodis, ketukan drum yang solid dan tidak datar, serta suara vocal yang sangat lantang.

Dengan mendengar musik mereka, bisa terlihat jelas sekali kalau mereka semua mempunyai skill yang cukup tinggi dalam bermain instument dan mahir dalam teknik pengaransemenan lagu. Dan itu semua dibarengi dengan lagu-lagu yang catchy dan relatif mudah ditangkap.  Kombinasi yang sehat akan skill dan "accessibility" dalam menulis lagu ini yang menurut saya membuat mereka terlihat brilliant.


Ini video dari Live mereka. Sepertinya mereka pakai additional guitarist, kayanya ini gara-gara ngisi gitarnya susah kalau sambil nyanyi. Tempo, rift gitar, dan permainan pedal-pedal efek dalam permaian gitar dilagu ini menurut saya cukup rumit apabila dimainkan sambil menyanyi. 

http://pann.nate.com/video/212048686

Ini video clipnya:








       

Sunday, April 17, 2011

Hello dan hi

Hi semuanya,

Rencananya di blog ini saya akan tulis macam-macam hal yang menurut saya menarik dan saya suka seperti musik, buku, atau tema-tema apa saja yang mucul di kepala saya. 

Saya adalah pemula dalam menulis blog dan hal-hal perblogan, jadi mohon petunjuk yah juragan2 senior :)
Saya suka kok terima keritikan (tapi ga tahan celaan :D )


Jadi, mohon doa restu ya :D
Potong tumpeng :D

Salamm